Minggu, 04 Oktober 2009
Beberapa hari lalu ada gempa di Padang.
7.3 skala Richter...
Merinding. Sedih. Inget dulu waktu aku liat korban gempa di Jogja.
Jalannya baunya amis.
Sedih karena harus ada orang lain yang ngalami lagi.
Tapi kematian memang sesuatu yang tidak pantas untuk ditakuti.
Aku nggak takut mati. Tapi aku takut sama sakitnya.
hehehehe.
Bisakah aku minta mati tanpa sakit?

Bicara tentang kematian. Aku selalu penasaran akan kemana kita setelah mati.
Aku orang Katolik tapi aku orang yang terbuka. Buatku tulisan di Alkitab itu bermakna terlalu dalam, dan kadang amat sangat dalam, yang artinya adalah pemahaman yang biasa diberikan oleh orang orang tua oleh pastur, bisa sangat berbeda dengan yang kita pikirkan atau mungkin yang Tuhan pikirkan.

Jadi aku selalu membuka pikiran. Membuka pikiran tentang reinkarnasi bahkan tentang kehidupan baru di planet yang lain.

Ingat kata kata di sebuah film..
Saat Si A mau putus karena bosan dengan Si B, Si A ini berkata,
A: " Kamu mau apa setalah kita putus? pada saatnya nanti jika kamu menemukan seseorang yang baru, kamu juga akan merasa bosan seperti kita sekarang."
(Kesunyian)
B: " Pada dasarnya semua orang tau bahwa pada akhirnya manusia akan mati. Tapi toh ternyata mereka masih berusaha untuk hidup. Mencari makan, kerja, memasak, dan lainnya.

Dialog yang mengena yang saya temukan di DRAMA KOREA. Okeh bangeth tooo.
Saya rasa walau saya bilang saya nggak takut mati. Pasti toh saya akan ketakutan juga. Itu anugrah manusia. Mempunyai insting dan refleks untuk mempertahankan hidupnya. Itulah modal kita untuk bertahan di seleksi alam. Jadi jangan salahkan jika ada ilmuwan yang ngotot nyari tempat untuk hidup di planet lain jika bumi nggak bisa bertahan lagi.
Itu refleks.

Saat ngeliat gempa di Padang, rasanya pengen lari kesana, pengen berbuat sesuatu. Yaaaa namanya juga emosi. Setelah beberapa jam mikir lagi, ngapain disana, orang aku nggak bisa apa apa, bukannya nolong tapi ngrepoti iya.
Kadang heran dengan beberapa orang yang kemauan menolongnya tinggi banget. Tapi ada juga yang rendah banget.
Tapi jadi inget Michael Scofield nya Prison Break, yang punya kelainan jiwa yang mengakibatkan dia mempunyai insting menyelamatkan yang tinggi. Seorang rescuer.
Gitu subtitlenya bilang. Ehehehehe.

Jadi menurut saya, itu panggilan. Jadi bukan berarti orang yang suka menolong itu baik. Atau yang nggak menolong itu bersikap buruk. Itu soal panggilan maaaaaan....
Dan nggak ada yang boleh menghakimi panggilan. Karena panggilan menurut saya adalah kodrati juga.
Jadi jangan menghakimi banci atau gay. Itu pilihan dan panggilan mereka. Yang lebih penting adalah itu urusan mereka. Jadi buat apa menghakimi hal yang bukan menjadi wewenang kita?

Ini sebenarnya saya nulis apa aja toh?
Nggak nyambung banget..
Tapi sebenarnya saya cuma lagi pengen ngeblog
Dan cuma ingin bilang ke semuanyaaa..
Jangan menghakimi orang lain atas keputusan dan tindakan yang mereka perbuat..
Bahkan mungkin jadi penjahat juga merupakan panggilan
( -mulai lagi deh...-)
(Sudah yaaaa daripada saya ngelanturr lagii... Sudahiii saja tulisaannn saaayaaaaa....)
posted by fadejasmine @ 03.24   wanna post comment?? click here-->>
0 Comments:
Posting Komentar
<< Home
 
 
About Me


Name: fadejasmine
Home: Jogja, Jogja lagi..
About Me: Aku itu.. Moody... Orang yang tak tau arah kadang... Tapi hidup itu indah.. Sebagaimana indahnya sebuah hidup.. Bagaimanapun kau harus berdiri di puncak kan... Dan turun ke bawah lagi.. 'Who moved my cheese' adalah hal yang paling kusebali.. Karena aku paling marah jika diganggu dari zonaku sendiri...
See my complete profile.....

Previous Post
Archives
Musikku
XOXO Gossip Girl..

Free chat widget @ ShoutMix
Magic Words
HIDUP

Senyumlah...,
Kau disayangi
Meski kadang menyebalkan....
Tapi lebih menyebalkan..
Jika orang yang kausayangi..
tidak mengerti kalau ia disayangi...


Mungkin Rasanya jauh lebih menyebalkan...
daripada kau yang mengerti....
tapi tidak dimengerti orang lain...


Thank You God


My Friendster
My Facebook