tulisan di bawah nohh.. di bawah post ini.. akhirnya ketemu jugag.. kalian gatau si perjuanganku nyari nih tulisan. critanya komputerku eror, kena virus, semua arsip tulisan, PPT modul sekolah, everything! ilang! setelah hampir 8 bulan kemudian aku baru nyadar, tulisan kesukaanku ini, ilang, dan aku gag punya filenya, anyway, akhirnya ketemu, nyari2 di email di mana aja, panjang deh...
seperti yang banyak orang tau, *kayak apa aja tulisan ini emang pernah jadi renungan KPK di Progresif, dan kenapa jadi tulisan kesayanganku? karena pertama kalinya aku dipuji banyak orang gara2 tulisanku. dan kenapa aku ngotot nyari? well, karena berarti, berarti?
Tulisan ini sebenarnya adalah tentang berbagi. berbagi cerita, berbagi pemikiran, berbagi semangat. karena sebenarnya ini tercipta saat masa masa sulit di SMA, masa dimana aku kehilangan banyak orang, yang berarti hilang selamanya, dan hilang sementara, masa dimana beradaptasi dengan lingkungan baru ternyata lebih susah dari perkiraan, masa dimana aku sadar bahwa nggak realistis lagi dan nggak logis lagi kalau aku ngotot mengejar mimpiku, dan saat hujan rintik-rintik itu tadi *hehe* aku benar-benar belajar untuk merelakan semua yang telah terjadi, bahkan saat mimpiku pergi. begitulah, Tulisan ini juga berbagi sesuatu yang jarang bahkan nggak pernah aku bagi, yaitu tentang diriku. Berkebalikan dengan kalian yang banyak bercerita tentang diri kalian, aku jarang menceritakan sesuatu tentang aku. *(Sebenarnya kapan itu, ini mau kupost di FB, tapi menurutku terlalu mellow, jadi ga jadi deh, sekalian aja ini buat temen2ku temen temen terbaikku.)
Tentang siapa aku. Hidupku. Impianku yang sebenarnya. Dan kadang aku merasa bersalah kepada kalian. Aku yang bodoh karena nggak bisa menerjemahkannya ke dalam bahasa yang seumumnya. Tu kan, dari awal aku berniat menulis ini, pasti akan menjadikan aku seperti eksklusif * opo jal.*seriously nggak bermaksud Menerangkan kepada mereka satu persatu, cara berpikirku, apa yang menyebabkan semuanya begitu misterius. Aku bilang misterius karena ada salah satu dari mereka sering komplain kalau aku misterius. Sangatttttt susah dan membingungkan untuk menjelaskannya. Aku hanya tidak tahu bahasanya gimana, dan bagaimana menjelaskan inti dari semuanya. Dan gara-gara ini juga aku kadang merasa nggak pantas mempunyai teman teman sebaik mereka. Mereka adalah orang yang hebat karena kita berteman bukan karena atas dasar kelebihan tetapi kekurangan. Disinilah kamu akan merasa diterima dengan segala kekuranganku. Kamu yang malesan, pemarah, panikan, pelupa, childish, stressan. Kamu diterima disini. Dan itu memberi rasa sangat nyaman di hati. Aku memang menyimpan sesuatu. Tapi sampai kapanpun kayaknya aku nggak bakal bisa menyampaikannya pada mereka. Mau menyampaikan bagaimana? Bahasanya aja gag tau.. Kadang setengah diriku bilang. Cerita saja, tidak akan mengubah banyak. Tetapi sisi logisku, sisi yang lain, pasti bilang. Bukan soal mengubah karena memang kalian sudah berbuat semua yang bisa menghancurkan persahabatan dari awal, tapi kalian tetap bertahan, jadi ceritamu memang nggak akan merubah ini, tapi merubah dirimu, itu yang penting. Apa kamu siap menjadi dirimu yang baru, yang dari dulu selalu seperti ini, stagnan dan nyaman seperti ini, tetapi kali ini harus melangkah dari awal lagi, belajar yang nggak mungkin tanpa proses, yang artinya harus berulang kali jatuh dulu. Sebenarnya jika ini diteruskan, semuanya akan menuju kemasalah ke comfort zone an, hal yang pernah kubahas di Progresif, yang filenya ILANG gara-gara si virus. Jadi ga bisa di post dehhhh Heiii aku memang sanngatt nyaman dengan dirikuuuuuuuuuuu!! Dan sampai aku bingung mau nulis apalagi di postinganku yang ini, sampai detik ini, aku belum mendapat pencerahan.. Tapi seriously, aku memang ternyata belum siap untuk menceritakan semua nya, berbagi tentang yang lain, Sisi sisi di diriku memang tolak menolak untuk ini, Tapi kali ini sisi logis dan sisi yang lain dari diriku sepakat untuk bilang: Terima kasih teman teman, karena membuat aku yang sudah eneg dengan warna ini menjadi mulai menikmatinya, Terima kasih Seriously Terima kasih |